Wednesday, May 31, 2006

Sand & the Stone

This a story about two intimate friends who were going crossed the desert.
In the middle of the trip, they quarrelled, and someone slapped his friend's cheek.
The person that be hit by slapped, felt was offended, but with without talking, he wrote on sand:": TODAY, the most GOOD FRIEND me slapped the CHEEK
"

They continued to go, until found an oasis, where they decided to bathe.
The person that his cheek be hit by slapped and was wounded by his heart, tried to swim but almost sank, and succeeded in being rescued by his friend.
When he began to recover consciousness and his fear has been lost, he wrote in a stone:": TODAY, the most GOOD FRIEND me rescued the LIFE
"

The person who helped and slapped his friend, asked: "Why after I injured your heart, you wrote him on sand, and now you wrote in the stone?"
His friend while smiling answered: "When a friend injured us, we must write him on sand, so that the wind sorry came to blow and remove this article, and when something that extraordinary happened, we must carve him on our heart stone, in order to be able to not be lost was blown the wind."
"
"

In living this often emerged the difference of opinion and the conflict because of the point of view that was different.
Because of trying to forgive each other and forget the previous problem.
Studied wrote on sand.

Do You Love Him?


I knelt to pray but not for long,
I had too much to do.
I had to hurry and get to work
For bills would soon be due.
So I knelt and said a hurried prayer,
And jumped up off my knees.
My Christian duty was now done
My soul could rest at ease.
All day long I had no time
To spread a word of cheer.
No time to speak of Christ to friends,
They'd laugh at me I'd fear.
No time, no time, too much to do,
That was my constant cry,
No time to give to souls in need
But at last the time, the time to die.
I went before the Lord,
I came, I stood with downcast eyes.
For in his hands God held a book;
It was the book of life.
God looked into his book and said
"Your name I cannot find.
I once was going to write it down...
But never found the time"

BERAPA BANYAK CINTA YANG TERSISA

Aku tak pernah ragu ragu dalam hidupku. Dari awalpun aku sudah tahu, aku akan menikah, ambil kuliah jurusan periklanan di Universitas

Minnesota, lalu akan membuka kantor periklananku sendiri.

Baru saja selesai kuliah, aku langsung mengecap sukses. Sebentar saja perusahaanku mampu menghasilkan ber-juta2. Aku membeli sebuah pesawat terbang, sebuah kapal, sebuah Mercedes, juga sebuah mobil limosin besar. Para pelangganku selalu kujamu dengan pesta meriah yang serba wah..wah..wah.., makan minum berlimpah ditambah acara2 lainnya.

Uang yang mengalir kerekening bank aku seakan tak ada hentinya. Segala

berjalan begitu lancar sesuai rencana dan aku menikahi Karla.

Kemudian datang bencana menimpa kami - kemajuan bidang komputer dengan "cetak desktop" mulai dikenal dan menjadi terkenal. Aku melihat dan mengikuti betapa pelanggan2ku mulai pergi meninggalkanku, mereka membuka situs2 in-house sendiri. Aku mulai kehilangan sumber penghasilan, pada hari yang sial itu aku terpaksa menjual Mercedesku, juga Fiatku. Amat sakit rasanya, apalagi empat bulan kemudian aku juga masih harus melihat betapa seseorang membawa pergi juga mobil limosinku. Tak lama kemudian aku juga terpaksa harus mencari pembeli bagi pesawat terbang dan, akhirnya, kapalku juga. Dulu, selagi uang begitu mengalir seperti air, Karla dan aku sama2 mengumpulkan begitu banyak barang2, ada yang perlu, banyak juga yang tidak berfaedah. Sekarang istriku menyarankan agar kami mulai saja berjualan barang bekas diakhir pekan: Garage Sale, garasi daripada kosong kan bisa dimanfaatkan, laipula kami butuh uang. "Kita kan juga tidak telalu membutuhkan barang2 itu," ia berkata menghibur.......

Dalam waktu sekejap aku seakan telanjang, segala sesuatu hilang -

kecuali Karla. Aku mulai membayangkan sebentar lagi ia juga akan ikut

menghilang sebab selama ini fokus perhatianku selalu pada uang, tidak

pernah pada dirinya. Lalu..., saat kupikir keadaan sudah tidak mungkin

jadi lebih parah lagi, ehhh, ternyata malah makin jelek dan buruk!

Selama 6 bulan berikutnya, sebagian besar staff karyawanku berhenti, minggat membawa serta langganan2ku. Istri dan putriku terpaksa dilarikan ke rumah sakit, bagian gawat darurat, gara2 tubrukan yang hampir fatal. Ayahku sendiri meninggal kena kanker. Seakan menutup semua rentetan mala petaka itu, wuiih..., rumah kami ditimpa pula kena petir. Aku benar2 merasa seperti seorang Ayub zaman-modern. Betul2 tak mungkin bisa kulupakan hari saat aku pulang dari kantor, merasa dunia sudah kiamat, segalanya sudah berhenti dan habis buat aku....

Aku duduk termenung dimeja dapur, mukaku tertunduk, jatuh dalam pegangan tanganku sendiri. Apa yang tersisa ya cuma tinggal melihat

sebentar lagi Karla juga akan pergi........... Tapi, tidak seperti

dugaanku dan berbeda dengan istri Ayub yang berteriak keras, "Sumpahilah Allah dan matilah kau!", Karla malah membesarkan hatiku. Lembut katanya, "Sayang, aku tetap percaya padamu." "Lagipula, mungkin ini barangkali hal terbaik yang kita alami." Aku balik menatapnya, heran dan bingung, apa dia sudah sinting.... Tapi itu ternyata benar2 titik balik kehidupan kita. Tahun2 yang kemudian menyusul memang bukti

kebenarannya.

Hari ini, Karla dan aku melihat kembali segala kemalangan dan kesengsaraan kami sebagai pengalaman pelajaran yang amat bernilai.

Segala kerugian dan kehilangan itu mempererat hubungan kami berdua dan juga makin mendekatkan kami pada Tuhan. Aku buang segala mimpi dan fantasiku sendiri bisa menguasai dunia. Dan dengan bantuan dari Karla yang telaten, aku mulai belajar lagi untuk menikmati hal2 yang begitu sederhana dalam hidup - menghirup dan merasakan bau pasta gigi nafas anak2ku disaat mau tidur malam, melihat dan bisa menikmati sekuntum saja bunga yang mekar dikebun kami, dan.....sentuhan tangan istriku yang penuh cinta.........

Saat menikah selalu diulang kata2, "... tetap mencintai, didalam

keadaan makin kaya maupun makin miskin." Aku selalu berpikir istilah

"makin miskin" begitu menakutkan, sangat mengerikan sekali sebagai hal yang dijanji-setiakan seorang pasangan hidup. Tapi sekarang ini aku baru mengenal kebenarannya. "Lebih sedikit" sering bisa menjadi "Lebih banyak". Dan nilai2 sejati seorang suami sesungguhnya bisa diukur - justru saat dan cara terbaiknya - ialah ketika segala sesuatu terambil darinya dan melihat berapa banyak cinta yang masih tersisa....



By Steve Gottry,

Lightning Strikes Twice

Was happy

Happy humankind when he could open the eyes.
To realise that he had many significant matters.
Humankind could be happy when he wanted to open the heart eyes.
To realise, how was he loved.
Humankind could be happy, when he wanted to open himself up.
So that the other person could love him sincerely.
Unhappy humankind because of not wanting to open the heart,
Tried gained that could not be gained,
Forced to get all that were wanted,
Did not want received and blessing.
Blind humankind, because of the egoist and only thought about itself,
Not realise that he was like that loved,
Not realise that at this time, whether available was good,
Always tried gained more, and did not want realised because greedy.
There was the friend that like that loved, but was not heeded,
Because chose, considered and judged personally.
Chose the friend and sought,
In fact in front of the eyes had the true friend.
Had all that best,
However greedy, wanted himself who most was paid attention to, most lovely,
Always became the centre of attention, always was given top priority by.
In fact, all humankind had the role, great and no. one in one matter,
However not necessarily in another thing,
Loved by one person,
That not necessarily by the other person.
The happiness originated from inside himself,
If hoped from the other person,
Be ready to be left, was ready to be betrayed.
We will be happy to be able to receive ourselves the way it is,
Loved and appreciated himself,
Want to love the other person,
And wanted to accept the other person.
Trust the Lord, and was grateful to Him,
That we were always given that best in accordance with our efforts,
No need to persevere, he will give us when that right

What was needed by us,
Despite not today, still was tomorrow.
Was happy because we were loved by so many people.
Was happy on the blessing on this day.
Was happy because we have been reminded from the deviation.
Was happy because evidently we had the special meaning for
Other people.
And finally, was happy we in the Lord that has giving

All of them.
The sender: Irma Yoshepine

Was translated by: Peace (helpmerah3@soft..... com)

ANAK ANJING DIJUAL

Sebuah toko hewan peliharaan (pet store) memasang papan iklan yang menarik bagi anak-anak kecil, "dijual anak anjing". Segera saja seorang anak lelaki datang, masuk ke dalam toko dan bertanya "Berapa harga anak anjing yang anda jual itu?"
Pemilik toko itu menjawab, "Harganya berkisar antara 30 - 50 Dollar."
Anak lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang, "Aku hanya mempunyai 2,37 Dollar, bisakah aku melihat-lihat anak anjing yang anda jual itu?"
Pemilik toko itu tersenyum. Ia lalu bersiul memanggil anjing-anjingnya. Tak lama dari kandang anjing munculah anjingnya yang bernama Lady yang diikuti oleh lima ekor anak anjing. Mereka berlari-larian di sepanjang lorong toko. Tetapi, ada satu anak anjing yang tampak berlari tertinggal paling belakang.
Si anak lelaki itu menunjuk pada anak anjing yang paling terbelakang dan tampak cacat itu. Tanyanya, "Kenapa dengan anak anjing itu?"
Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika dilahirkan anak anjing itu mempunyai kelainan di pinggulnya, dan akan menderita cacat seumur hidupnya.
Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, "Aku beli anak anjing yang cacat itu."
Pemilik toko itu menjawab, "Jangan, jangan beli anak anjing yang cacat itu. Tapi jika kau ingin memilikinya, aku akan berikan anak anjing itu padamu."
Anak lelaki itu jadi kecewa. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Aku tak mau kau memberikan anak anjing itu cuma-cuma padaku. Meski cacat anak anjing itu tetap mempunyai harga yang sama sebagaimana anak anjing yang lain. Aku akan bayar penuh harga anak anjing itu. Saat ini aku hanya mempunyai 2,35 Dollar. Tetapi setiap hari akan akan mengangsur 0,5 Dollar sampai lunas harga anak anjing itu."
Tetapi lelaki itu menolak, "Nak, kau jangan membeli anak anjing ini. Dia tidak bisa lari cepat. Dia tidak bisa melompat dan bermain sebagaimana anak anjing lainnya."
Anak lelaki itu terdiam. Lalu ia melepas menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu tampaklah sepasang kaki yang cacat. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Tuan, aku pun tidak bisa berlari dengan cepat. Aku pun tidak bisa melompat-lompat dan bermain-main sebagaimana anak lelaki lain. Oleh karena itu aku tahu, bahwa anak anjing itu membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya."
Kini pemilik toko itu menggigit bibirnya. Air mata menetes dari sudut matanya. Ia tersenyum dan berkata, "Aku akan berdoa setiap hari agar anak-anak anjing ini mempunyai majikan sebaik engkau."



Bahkan mereka yang cacat pun mempunyai nilai yang sama dengan mereka yang
normal.

Injl Menurut Toko Serba Ada

Ada kisah tentang kebaikan dan kasih yang tercecer dari antara perayaan-perayaan Natal.
Semacam kisah Orang Samaria yang Baik Hati. Kisah tentang kasih yang indah ini sayangnya tidak terjadi di gereja, tetapi sebuah Dept. Store di Amerika Serikat.

Pada suatu hari seorang pengemis wanita yang dikenal dengan sebutan "Bag Lady" (karena semua harta-bendanya hanya termuat dalam sebuah tas yang ia jinjing
kemana-mana sambil mengemis) memasuki sebuah Dept. Store yang mewah sekali. Hari-hari itu adalah menjelang hari Natal. Toko itu dihias dengan indah sekali. Lantainya semua dilapisi karpet yang baru dan indah. Pengemis ini tanpa ragu-ragu memasuki toko ini. Bajunya kotor dan penuh lubang-lubang. Dia mungkin sudah tidak mandi berminggu-minggu. Bau badan menyengat hidung. Ketika itu seorang (wanita) hamba Tuhan mengikutinya dari belakang. Ia berjaga-jaga, kalau petugas sekuriti toko itu mengusir pengemis ini, sehingga ia mungkin dapat membela atau membantunya.
Wah, tentu pemilik / pengurus toko mewah ini tidak ingin ada pengemis kotor dan bau mengganggu para pelanggan terhormat yang ada di toko itu. Begitu pikir sang hamba
Tuhan wanita itu. Tetapi si pengemis dapat terus masuk ke bagian-bagian dalam toko itu. Tak ada petugas keamanan yang mencegat dan mengusirnya. Aneh ya ?! Padahal, para pelanggan lain berlalu lalang di situ dengan setelan jas atau gaun yang mewah dan mahal. Di tengah Dept. Store itu ada piano besar (grand piano) yang dimainkan seorang pianis dengan jas tuksedo, mengiringi para penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu Natal dengan gaun yang indah. Suasana di toko itu tidak cocok sama sekali bagi si pengemis wanita itu. Ia nampak seperti makhluk aneh di lingkungan gemerlapan itu. Tetapi sang 'bag lady" jalan terus. Sang hamba Tuhan itu juga mengikuti terus dari jarak tertentu.
Rupanya pengemis itu mencari sesuatu dibagian 'Gaun Wanita'. Ia mendatangi
counter paling eksklusif yang memajang gaun-gaun mahal bermerek (branded items) dengan harga diatas $ 2500 per piece (kalau dikonversi dengan kurs sekarang, harganya dalam rupiah jadi berapa ya ???). Baju-baju yang mahal dan mewah! Apa maunya pengemis ini ???
Pelayan di counter itu bertanya, "Apa yang dapat saya bantu bagi anda?"
"Saya ingin mencoba gaun merah muda itu !" kata si pengemis.
Kalau anda ada di posisi sang pelayan itu, bagaimana respons anda ?
Wah, kalau pengemis ini mencobanya tentu gaun-gaun mahal itu akan jadi kotor dan bau, dan pelanggan lain yang melihat mungkin akan jijik membeli baju-baju ini
setelah dia pakai. Apalagi bau badan orang ini begitu menyengat, tentu akan merusak
gaun-gaun itu. Tetapi mari kita dengarkan apa jawaban sang pelayan toko mewah itu.
"Berapa ukuran yang anda perlukan ?"
"Tidak tahu !"
"Baiklah, mari saya ukur dulu."
Pelayan itu mengambil pita meteran, mendekati pengemis itu, mengukur bahu, pinggang, dan panjang badannya. Bau menusuk hidung terhirup ketika ia berdekatan dengan pengemis ini. Ia cuek saja. Ia layani pengemis ini seperti satu-satunya pelanggan
terhormat yang mengunjungi counternya.
"OK, saya sudah dapatkan nomor yang pas untuk nyonya! Cobalah yang ini!"
Ia memberikan sebuah gaun untuk dicoba di kamar pas.
"Ah, yang ini kurang cocok untuk saya. Apakah saya boleh mencoba yang lain?
"Oh, tentu !"
Kurang lebih dua jam pelayan ini menghabiskan waktunya untuk melayani sang
"Bag Lady".
Apakah pengemis ini akhirnya membeli salah satu gaun yang dicobanya?
Tentu saja tidak !
Gaun seharga puluhan juta rupiah itu tentu jauh dari jangkauan kemampuan keuangannya. Pengemis itu kemudian berlalu begitu saja, tetapi dengan kepala tegak
karena ia telah diperlakukan sebagai layaknya seorang manusia. Biasanya ia dipandang
sebelah mata. Hari itu ada seorang pelayan toko yang melayaninya, yang

menganggapnya seperti orang penting, yang mau mendengarkan permintaannya.
Tetapi mengapa pelayan toko itu rela repot-repot melayaninya? Bukankah kedatangan si
pengemis itu membuang-buang waktu dan tidak memberikan keuntungan sama sekali bagi toko itu? (bahkan mungkin merugikan, karena pelanggan lain terganggu dan
batal belanja !) Toko itu harus mengirim gaun-gaun yang sudah dicoba si pengemis ke
Laundry, dicuci bersih agar kembali tampak indah dan tidak bau.
Pertanyaan ini juga mengganggu sang hamba Tuhan yang memperhatikan apa yang
terjadi di counter itu. Kemudian hamba Tuhan ini bertanya kepada si pelayan toko itu setelah ia selesai melayani tamu "istimewa"-nya.
"Mengapa anda membiarkan pengemis itu mencoba gaun-gaun indah ini ?"
"Oh, memang tugas saya adalah melayani dan bersikap ramah !" (My job is to serve and to be kind !)
"Tetapi, anda 'kan tahu bahwa pengemis itu tak mungkin sanggup membeli gaun mahal itu ?"
"Oh maaf! Soal itu bukan urusan saya. Saya tidak dalam posisi untuk menilai atau menghakimi para pelanggan saya. Tugas saya adalah untuk melayani dan bersikap
ramah!"
Hamba Tuhan ini tersentak kaget. Di jaman yang penuh keduniawian ini ternyata masih ada orang yang tugasnya adalah melayani dan berbuat baik, tanpa perlu menghakimi orang lain.
Hamba Tuhan ini akhirnya memutuskan untuk membawakan khotbah pada Hari Minggu
berikutnya dengan thema "Injil Menurut Toko Serba Ada".
Khotbah ini menyentuh banyak orang, dan kemudian diberitakan di halaman-halaman surat kabar di kota itu. Berita itu menarik banyak orang sehingga mereka juga ingin dilayani dii toko yang eksklusif tersebut.
Pengemis wanita itu tidak membeli apa-apa, tidak memberi keuntungan apa-apa, tetapi akibat perlakuan istimewa (pelayan) toko itu kepadanya, hasil penjualan toko itu
meningkat drastis, sehingga pada bulan itu keuntungan naik 48 % !
"Peliharalah kasih persaudaraan ! Jangan kamu lupa memberi kebaikan kepada orang lain, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat." Ibrani 1:31



Thanks God for giving us the opportunity to 'Serve and To Be Kind'

ITU TUHAN (Indonesia)

Pernahkah pada saat sedang tak melakukan apa-apa, tiba-tiba anda mempunyai keinginan untuk melakukan sesuatu yang baik untuk seseorang yang kita sayangi?.... Itulah TUHAN.... Dia berbicara kepada anda melalui Roh Kudus.

Pernahkah anda memikirkan seseorang yang telah lama tak anda temui
Dan tiba-tiba anda bertemu dengannya atau menerima teleponnya?
Itulah TUHAN....Tidak ada yang namanya 'kebetulan'.

Pernahkah anda menerima sesuatu yang hebat yang tidak anda minta, seperti menerima surat berisi uang, hutang yang secara misterius telah dilunasi, atau voucher untuk belanja di department store yang menjual sesuatu yang anda inginkan tapi terlalu mahal untuk anda?

Itulah TUHAN ....
Dia mengetahui keinginan hatimu....

Pernahkah anda berada dalam situasi yang begitu buruknya sehingga anda tidak tahu bagaimana mengatasinya, tapi sekarang anda bisa mengatasinya
.... Itulah TUHAN .... Dia meloloskan kita dari kesulitan untuk menyongsong hari yang lebih cerah..



Penterjemah: Mey Febriana

'Almighty God'

Rick volunteers with prison ministries, and in his work has become friends
with a pastor of a store front church. The pastor's church is called Almighty
God Tabernacle. The pastor shared this story.

On a Saturday night several weeks ago, this pastor was working late, and
decided to call his wife before he left for home. It was about 10:00 PM,
but his wife didn't answer the phone. The pastor let it ring many times. He
thought it was odd that she didn't answer, but decided to wrap up a few
things and try again in a few minutes.

When he tried again she answered right away. He asked her why she hadn't
answered before, and she said that it hadn't rung at their house. They
brushed it off as a fluke and went on their merry ways.

The following Monday, the pastor received a call at the church office,
which was the phone that he'd used that Saturday night. The man that he
spoke with wanted to know why he'd called on Saturday night. The pastor couldn't
figure out what the guy was talking about. Then the guy said, "It rang
and rang, but I didn't answer."

The pastor remembered the mishap and apologized for disturbing him,
explaining that he'd intended to call his wife. The man said, "That's OK.
Let me tell you my story. You see, I was planning to commit suicide on Saturday
night, but before I did, I prayed, 'God if you're there, and you don't want
me to do this, give me a sign now.'

At that point my phone started to ring. I looked at the caller ID, and it
said, 'Almighty God'.
"I was afraid to answer!!

Just For Laugh........

1. Pak Haji lihat majalah porno.
ketika buka halaman pertama, dia berseru "YA ALLAH".
Halaman kedua dia berseru "YA RASUL'.
Halaman terakhir dia berseru "YA HABIS..."

2. Kalo orang bilang kamu judes, sabar aja. Kalo orang bilang kamu reseh, senyumin aja. Tapi kalo ada orang bilang kamu cakep, tonjok aja tuh orang, karena itu FITNAH!!!

3. IF u need ADVICE, message me.
If u need FRIEND, call me.
IF u need HELP, e-mail me.
If u need MONEY, nomor yg anda tuju tidak dapat dihubungi. terima kasih.

4. Seorang nenek yang nyebrang jalan hampir ketabrak motor.
Pengendara motor marah : "Nenek bego! Nyebrang jalan gak liat2!"
Nenek sewot : "Lo yg bego!! Nabrak nenek-nenek aja gak kena..!!"

5. Hasil survey membuktikan bahwa 99% cewe milih cowo karena punya
wibawa :
wii...BAWA mobil sport,
wii...BAWA uang banyak,
wii...BAWA handphone 10 jt,
wii...BAWA credit card,
wi...BAWA body guard!!!!

6. Seorang tukang roti ditabrak metro mini, lalu polisi datang dan bertanya, "ada apa Pak??"
Si tukang roti yang uda sekarat menjawab, "ada nanas, keju,coklat, dan mocca.."

7. Saat kau sedih tak satupun yang menyadari kesedihanmu.
Saat bahagia tak satupun melihat senyumu.
Tapi saat kau kentut, semau menoleh kepadamu.
MENYEDIHKAN SEKALI...;

8. Di neraka Malaikat bertanya pada wanita
A&B. Pernah selingkuh??
A:Belum pernah!
M:Kamu dapat kunci sorga emas!
B:Saya sering, asik sih!
M:OK, kamu dapat kunci kamar saya hehehe

9. Suatu malam BRAD PITT ke diskotik.
Temen2 ga sabar bujuk dia supaya ikut goyang.:
"Ayo, goyang dong Brad! Goyang dong Brad!".
Dari situ lah lagu GOYANG DOMBRET tercipta..

10. Selamat! Anda mendapatkan kado dari
DIGITAL LG. Pilih kado berikut ini :
1. DIGI-LAS mobil
2. DIGI-LING truk
3. DIGI-RING polisi
4. DIGI-GIT anjing

11. When i see baby, i remember "TEDDY
BEAR DOLL".
When i see a little girl, i remember "BARBIE DOLL".
But when i see u, i remember "PANADOL"

12. Orang AMERIKA kentut bilang EXCUSE ME.
Orang British kentut bilang PARDON ME.
Orang SINGAPORE kentut bilang I'M SORRY.
Kalo Orang Indonesia kentut, pasti bilang NOT ME!! NOT ME!

Sapu IjuK

Ada anak perempuan lugu namanya Marpuah, umur 13 thn, bekerja
di pabrik sapu ijuk.

Setelah satu tahun kerja, dia bilang ama boss-nya ingin keluar
dari pekerjaannya.

Si boss nggak setuju karena anak itu cantik, pintar dan rajin.

Boss: "Udah lah jangan keluar dulu, memang kenapa siih?"
Marpuah: "Ngga ada apa-apa pak !"

Boss: "Kalo ngga ada apa-apa ya tetep kerja disini aja, OK
deh...gajimu aku naikin !"
Marpuah: "Nggak pak, nggak usah, terima kasih!"

Boss: "Lha terus kenapa ingin keluar kerja?"

Karena si boss memaksa ingin tau alasan Marpuah keluar dari
kerja, akhirnya Marpuah nekat, terus membuka celana dalamnya
sambil ngomong:.

"Pak, gara-gara kerja disini aku jadi punya ini ( sambil menunjukkan
"rambut" bawahnya ). Tadinya aku nggak punya yang seperti ini lho!
Ini kan bulu sapu ijuk yang dibuat setiap hari dan nempel di sini tuh !"

Si boss jadi tertawa terbahak-bahak karena lucu nya, terus si boss
ikutan buka celananya dan memperlihatkan "bulu"-nya pada Marpuah,
lalu dia berkata:

"Bukan karena itu ndok, kalo bulu itu aku juga punya! Jadi bukan
karena sapu ijuk itu..."

balas Marpuah: " Lha bapak sih udah kelamaan disini, jadi yang
keluar bukan hanya bulu ijuk aja, tapi keluar gagang sapunya juga........"

By: etd1@intraco.co.id

Monday, May 29, 2006

SaLam KenaL dari Kami.....


Suatu Sore aq bersama 2 orang temenku....ngobrolimpang siur...tapi berbobot....
SeteLah ngomong selama 3 jam...kami mempunyai angan-angan bagaimana klo Mudika qta buat sebuah Film......
FiLm yang mengisahkan sebuah perjalanan Hidup seorang MudiKa....
Yah...karena sudah bukan barang dan berita baru bagi qta semua klo yang namanya Mudika klo diajak ngumpul sulit banget,,,,geto......
Makanya Angan-angan itu kami semakin kami wujudkan dengan segala cara....
dengan langkan pertama....mengumpulkan personel-personel yang kami anggap mau....bukan mampu karena klo mampu tapi tidak mempunyai kemampuan...percuma aja....
mending kelaut aja......
yah dengan tekad membara...kamibagi2 tugas...ada yang membuat skenario, alat2, editing...., mixing,...dan masih banyak lagi...walaupun banyak yang double job sebenernya...
Diantara kesibukan kami, kami tetep menyelesaikan angan-angan kami....
Akhirnya...FilM itu dapat kami putar dalam acara EKM (Ekaristi Kaum Muda) yang sudah menjadi agenda rutin tiap triwulan di RayoN Kami.....
FiLm pertama kami kami BeriJuduL "KasMo Mencari CinTa"
Dengan EKM Temanya
" MudiKa Dan SekulerisMe Part II"
Itulah hasil dari kerja Keras Kami selama Ini....
dulu sebenernya kami sempat menyerah...dengan Proses pembuatan ini....Tetapi Kenapa Kami tetep Lakukan Semua Ini?????
Karena Ada Tuhan Disetiap LangkaH Kami....
TuHan yang selalu memberikan semangat Kepada Kami.....bimbingan...dan masih banyak lagi kuasa tangan Tuhan Kepada Kami......
Kami yakin Dan Percaya.......